Jumat, 11 Juni 2010

Keamanan Jaringan pada Secure Gateway (Firewall)

Penggunaan Local Are Network ( LAN ) menjadi kebutuhan mendasar sebuah organisasi yang menggunakan computer. Karena kelebihan jaringan computer adalah pembagian sumber daya yang ada. Sehingga sebuah organisasi menggunakan Internet yang berbasis pada protocol TCP/IP dan system UNIX untuk keperluan LAN. Penggunaan UNIX dan TCP/IP pada akhirnya telah mengubah metode manajemen terpusat pada sumber daya jaringan.

Beberapa kasus menunjukan bahwa system yang tidak aman, proses konfigurasi yang tidak maksimal dan kecerobohan pengguna justru memudahkan terjadinya serangan. Dalam LAN, terdapat dua layanan TCP/IP yang sering terjadi eksploitasi, yaitu NIS dan NFS. Hal ini terjadi karena seorang cracker memanfaatkan kelemahan pada NIS dan NFS untuk melakukan pembacaan bahkan penulisan pada file, mempelajari informasi mengenai user, menangkap password, dan mendapatkan privilege akses.

Firewall merupakan perangkat pelindung ( protection device ) yang digunakan untuk melindungi area / kawasan tertentu yang rentan terhadap penyerangan dari berbagai bentuk bahaya. Dalam konteks jaringan Internet, firewall merupakan sebuah system seperti router, personal computer, sebuah host, atau kumpulan host yang diterapkan secara khusus untuk melindungi sebuah site atau subnet dari protocol dan layanan yang dapat di salah gunakan. Kerberos dan Secure RPC digunakan untuk mereduksi resiko dan penyerangan yang terjadi pada jaringan TCP/IP local. Akan tetapi, kedua cara tersebut membutuhkan adanya modifikasi pada setiap host yang termasuk di dalam jaringan. Hal ini tentu saja menambah tugas adminstator. Sebenarnya, terdapat sebuah metode praktis yang digunakan untuk mengaman kan akses ke system yang dikenal sebagai secure gateway ( firewall ). System firewall diletakkan pada gateway Internet atau pada setiap subnet gateway dan melakukan penghadangan terhadap protocol dan layanan pada jaringan tertentu secara melindungi sebuah subnet khusus. Sistem Firewall dapat digunakan untuk membatasi akses ke host, melakukan log ( pencatatan ) aktivitas di dalam jaringan dan mencegah bocornya informasi system dan user ke dalam jaringan Internet.

Keuntungan penggunaan Firewall adalah sebagai berikut :
• Konsentrasi keamanan, semua modifikasi perangkat lunak dan pencatatan aktivitas diletakkan pada system firewall.
• Filtering protocol, firewall dapat melakukan filter / penyaringan terhadap protocol dan layanan yang tidak dibutuhkan, sehingga layanan – layanan yang lemah tidak lagi menjadi sasaran eksploitasi.
• Penyembunyian Informasi, firewall dapat digunakan untuk melakukan penyembunyian nama internal system atau alamat e-mail sehingga tidak dapat di baca dari luar jaringan.
• Application Gateway, firewall bertindak sebagai gateway bagi keluar masuknya data yang digunakan oleh user. Keluar masuknya data akan diproteksi sesuai dengan kebijakan yang digunakan pada firewall.
• Kemudahan dan sentralisasi Manajemen Jaringan, berbagai layanan seperti ftp, telnet, e-mail, dan layanan lainnya dapat diletakkan pada system firewall.

Data Link Layer

Data Link Layer bertugas sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasikan data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network layer, Data Link Layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte. Kemudian data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena Physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layer-lah untuk membuat dan mengenali batas – batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila secara insidential pola – pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus untuk meyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas – batas frame.

Terjadinya noise pada saluran dapat merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak data link layer pada mesin sumber dapatmengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi transmisi frame sama secara berulang – ulang bisa menimbulkan duplikasi frame. Frame duplikat perlu dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang dikembalikan ke pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi masalah – masalah yang di sebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Data link layer menyediakan beberapa kelas layanan bagi network layer. Kelas layanan ini dapat di bedakan dalam hal kualitas dan harganya.
Masalah – masalah lainnya yang timbul pada data link layer dan juga sebagian besar layer – layer di atasnya adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu – lintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu. Sering kali pengaturan aliran dan penanganan error ini dilakukan secara terintegrasi.

Saluran yang dapat mengirim data pada kedua arahnya juga bisa menimbulkan masalah. Sehingga dengan demikian perludijadikan bahan pertimbangan bagi software data link layer. Masalah yang dapat timbul di sini adalah bahwa frame – frame acknowledgement yang mengalir dari A ke B bersaing saling mendahului dengan aliran dari B ke A.

Data Link Layer terbagi menjadi dua sublayer, yaitu:
• logical link control (LLC) 802.2, bertanggung jawab mengidentifikasi protocol network layer dan kemudian melakukan enkapsulasi (bungkus) protocol – protocol tersebut. Isi LLC akan menentukan langkah selanjutnya yang harus dilakukan ketika menerima frame dari host lain (LLC bertindak sebagai service access point). Contohnya ketika host menerima frame LLC akan mengerti bahwa packet ditunjukan untuk protocol IP di network layer.
• Media access control (MAC) 802.3, mendefinisikan bagaimana packet ditempatkan pada sebuah media. Dalam sublayer ini system pengalamatan hardware didefinisikan.